Hutan Kota Rajawali, yang biasa disingkat HKR, adalah ruang terbuka hijau di tengah kota Batang. Hutan seluas 2 hektar yang ditumbuhi pepohonan jati ini, kini juga menjadi arena bagi Pasar Minggon Jatinan–pasar tradisional yang menawarkan pengalaman kembali ke masa lalu sambil mencicipi aneka kuliner tradisional khas Batang dan Pekalongan. Pasar Minggon Jatinan merupakan pasar mingguan…
Canting merupakan alat tradisional yang digunakan para pembatik untuk melekatkan malam (lilin panas) pada kain sebagai perintang warna. Pada batik tulis, canting tulis yang berbentuk seperti pena digunakan untuk menelusuri pola dan menggambar corak batik pada kain. Pada batik cap, canting yang digunakan adalah canting cap–plat logam dengan pegangan kayu yang dirancang dengan beragam corak.…
Selain terkenal sebagai Kota Batik, Pekalongan juga dikenal sebagai Kota Santri. Dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam, beberapa tradisi keagamaan masih dipertahankan di kota ini. Salah satunya adalah perayaan Syawalan. Di Pekalongan, Lebaran, sebagai hari raya terbesar umat Muslim diperingati tak hanya untuk 1-2 hari; namun hingga sepekan setelahnya. Akhir minggu dari perayaan inilah yang…
Percampuran budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa membuat Pekalongan jadi kota pesisir yang kaya warna. Bukan cuma dalam perihal budaya dan corak batik pesisirnya, tetapi juga dalam tradisi kulinernya yang kaya rasa. Kuliner Pekalongan tak hanya soto tauto dan sego megono saja, meskipun keduanya termasuk yang paling populer. Tiga santapan berikut ini layak dicoba oleh para…
Berada di pesisir Pantai Utara Jawa memang membuat Pekalongan cenderung berhawa panas. Apalagi jika matahari sedang terik-teriknya dan musim sedang kemarau. Rasanya, tak ada yang paling pas selain mencari tempat berteduh dan menikmati hidangan es yang manis, dingin, dan segar, ala Pekalongan. Apa saja? Es Gosrok Pink “Es gosrok pink, es-nya digosrok pakai tangan!” Begitu…
“Selamat datang di Pantai Wonokerto!” Penanda inilah yang menjadi petunjuk bahwa bibir pantai bisa dicapai dalam beberapa kilometer saja. Pantai Wonokerto, yang terletak di Desa Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, bisa dicapai hanya dengan 30 menit berkendara saja dari Kota Pekalongan. Sebelum tiba di pantai yang letaknya agak menjorok ini, kita sudah bisa menikmati pemandangan desa nelayan…
Rumah tua bercat kuning dan berkusen kayu itu terasa hangat. Bangku-bangku tua tersusun rapi di beranda. Daun jendela dan pintu yang terbuat dari kayu memberikan kesan akrab dan vintage. Di Ridaka, di kompleks rumah sederhana yang luas ini, Anda bisa berpuas diri berbelanja dan menikmati beragam kerajinan tangan dari Pekalongan. Ridaka merupakan industri rumahan yang…
Matahari nyaris terbenam di atas Pantai Utara Pekalongan. Barisan mangrove di kanan dan kiri jalan setapak kawasan Wisata Taman Mangrove Pekalongan berjajar rapi, menjaga garis pantai dari abrasi. Wisata Taman Mangrove Pekalongan merupakan kawasan seluas 90 hektar yang mengambil lahan bekas tambak udang milik Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan setempat. Sejak 2013, lahan ini dialihfungsikan…
“Ngopi, yuk.” Kalimat sederhana ini kini bukan saja merujuk hanya pada pengalaman minum segelas kopi, tapi juga digunakan untuk bertemu teman-teman, sekadar ngobrol santai sambil mengudap, bekerja dari luar kantor, atau bahkan hanya duduk-duduk sambil menikmati suasana. Untuk para pecinta kopi (dan kedai kopi), berikut beberapa tempat ngopi di Pekalongan yang mungkin bisa menjadi referensi…
Ada perayaan meriah lain yang ditunggu-tunggu oleh hampir seluruh warga Pekalongan selepas Tahun Baru Imlek: Cap Go Meh. Ya, Cap Go Meh dirayakan sebagai hari ke-15 sekaligus hari terakhir dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek oleh masyarakat keturunan Tionghoa di Pekalongan. Kemeriahan dan kegembiraan dalam perayaan Cap Go Meh di Pekalongan biasanya menarik antusiasme publik…