“Ngopi, yuk.” Kalimat sederhana ini kini bukan saja merujuk hanya pada pengalaman minum segelas kopi, tapi juga digunakan untuk bertemu teman-teman, sekadar ngobrol santai sambil mengudap, bekerja dari luar kantor, atau bahkan hanya duduk-duduk sambil menikmati suasana. Untuk para pecinta kopi (dan kedai kopi), berikut beberapa tempat ngopi di Pekalongan yang mungkin bisa menjadi referensi…
Ada perayaan meriah lain yang ditunggu-tunggu oleh hampir seluruh warga Pekalongan selepas Tahun Baru Imlek: Cap Go Meh. Ya, Cap Go Meh dirayakan sebagai hari ke-15 sekaligus hari terakhir dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek oleh masyarakat keturunan Tionghoa di Pekalongan. Kemeriahan dan kegembiraan dalam perayaan Cap Go Meh di Pekalongan biasanya menarik antusiasme publik…
Cahaya pagi menyelinap di antara rimbun pepohonan Hutan Soko Kembang. Pekik primata kecil serupa monyet yang disebut Owa Jawa memenuhi hutan di pagi hari. Dari dahan satu ke dahan lain, mereka berloncatan dengan riang gembira. Di bawah sana, rindang tanaman kopi tumbuh alami. Inilah kebun kopi Petungkriyono. Kawasan Hutan Soko Kembang di Kecamatan Petungkriyono yang…
Beberapa makanan menjadi terkenal karena rasanya yang tak terlupa. Kudapan lain menjadi tenar karena bentuknya. Ada juga jenis makanan yang jadi ternama karena legenda di baliknya. Bukan sembarang legenda: serabi berukuran tidak biasa ini mengingatkan kita tentang kejujuran.   Sebagai nama makanan, Kali Beluk tentu terdengar tidak biasa di telinga. Nama tersebut, sebenarnya berasal dari…
Fotografi selalu diidentikkan dengan hobi yang membutuhkan banyak uang. Harga kamera yang selangit masih harus ditambah lagi dengan harga lensa yang juga tak sedikit. Pamor ini serta-merta membuat fotografi terkesan elit dan hanya untuk orang-orang berpunya. Tapi sebenarnya, tak butuh modal besar untuk mengabadikan momen. Hanya butuh sebuah kamera lubang jarum dan niat belajar untuk…
Martabak apa yang paling melegenda di Pekalongan? Orang lokal tanpa ragu pasti menjawab: Martabak Ibrahim.   Sebenarnya, martabak yang dikenal di Indonesia memang sedikit berbeda dengan martabak yang ada di luar negeri. Di Singapura atau Timur Tengah, martabak biasanya mengacu kepada martabak asin; atau martabak telur. Berbeda dengan varian martabak manis di Indonesia, yang lebih…
Nasi pulen hangat yang mengepul-ngepul disendokkan ke dalam daun pisang. Cacahan nangka muda–atau gori ditambahkan di atasnya. Tempe mendoan dan teh hangat sebagai pelengkap. Duh, nikmatnya! Itulah Sego Megono, makanan khas kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura), termasuk Pekalongan. Nasi rakyat ini sering juga disebut dengan Nasi Gori. Legendanya, sego megono atau nasi megono ini muncul…
Bangunan tua bergaya art deco di Jalan Jetayu 1, Pekalongan, menyimpan 1.149 koleksi batik Nusantara. Tujuannya, memberi pengetahuan dan pengalaman bersentuhan lekat dengan batik–memastikan batik sebagai karya adiluhung yang menjadi identitas Bangsa Indonesia tetap lestari. Setua sejarah batik yang telah mendarah daging di kota ini, setua itu pula bangunan yang dipilih untuk menjadi Museum Batik…
“Laa ilaaha illallah” terlantun merdu di malam-malam tertentu di Pekalongan. Kota Batik yang juga dikenal dengan kota santri ini memang kental dengan kultur Islaminya. Salah satunya adalah ritual Tahlilan–yang kemudian melahirkan segelas kopi Tahlil. Tahlil secara harafiah berarti berzikir dengan terus mengucapkan kalimat tauhid. Ritual ini biasanya dilakukan untuk mendoakan arwah orang yang sudah meninggal…