3 Kuliner Khas Pekalongan yang Masih Jarang Diketahui Pendatang

Percampuran budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa membuat Pekalongan jadi kota pesisir yang kaya warna. Bukan cuma dalam perihal budaya dan corak batik pesisirnya, tetapi juga dalam tradisi kulinernya yang kaya rasa.

Kuliner Pekalongan tak hanya soto tauto dan sego megono saja, meskipun keduanya termasuk yang paling populer. Tiga santapan berikut ini layak dicoba oleh para penikmat kuliner yang sedang bertandang ke Pekalongan:

  1. Gule Kacang Ijo Pak Boy

Iya, gule kacang ijo, bukan bubur kacang ijo. Santapan yang dipengaruhi budaya Arab ini dapat ditemukan di depan Pasar Sorogenen, Kota Pekalongan. Kepulan asap sate kambing akan jadi hal pertama yang menyambut kedatangan Anda di kedai yang terletak persis di pinggir jalan ini.

Pasangan gule kacang ijo yang disantap bersama sate kambing mungkin memang terdengar janggal. Tetapi bukan tanpa alasan bahwa restoran yang sudah berdiri selama 20 tahun ini menyajikan kedua menu ini berdampingan. Rasa manis dari kecap sate kambing ternyata memang berpadu serasi dengan gurihnya kuah gule kacang ijo–dan membuat restoran ini tak pernah sepi pengunjung.

2. Mie–So

Biasanya, hidangan mie disajikan dengan bakso. Tetapi, bagaimana jika mie disajikan bersama kulit melinjo? Mie-So adalah salah satu kuliner unik Pekalongan lainnya yang layak dicicipi. Dalam bahasa lokal Pekalongan, ‘so’ menjadi sebutan untuk kulit melinjo. Maka, mie-so adalah mie yang disajikan dengan taburan kulit melinjo. Kita bisa menambahkan ‘pelengkap’ lain yang disediakan penjual mie-so sesuai selera. Biasanya, tersedia rusuk, bakso, jeroan, dan telur. Tentu, ada juga beragam cemilan dan mendoan yang tersaji di atas meja sebagai teman bersantap!

3. Es Sekoteng

Berbeda dengan minuman hangat ‘sekoteng’ di beberapa kota lain di Jawa, ‘sekoteng’ yang satu ini disajikan dingin. Warung Pak Wok telah menjajakan es sekotengnya sejak tahun 1971. Dalam semangkuk es bersirup pink ini, bisa juga Anda temui potongan roti tawar, es batu, biskuit Marie Regal, dan patahan bihun mentah. Mampir saja ke Jalan Kenangan untuk menikmati es sekoteng Pak Wok. Warung sederhananya buka dari pukul 9.00 – 16.00 dan lanjut lagi pada pukul 17.00 – 02.00!

<< Kuliner