Berkunjung ke Ridaka, Pusat Kerajinan Tangan di Pekalongan.

Rumah tua bercat kuning dan berkusen kayu itu terasa hangat. Bangku-bangku tua tersusun rapi di beranda. Daun jendela dan pintu yang terbuat dari kayu memberikan kesan akrab dan vintage. Di Ridaka, di kompleks rumah sederhana yang luas ini, Anda bisa berpuas diri berbelanja dan menikmati beragam kerajinan tangan dari Pekalongan.


Ridaka merupakan industri rumahan yang menjadi pelopor penggunaan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Pekalongan. Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1940 ini, kini memiliki berbagai produk yang telah tersebar di pasar dalam dan luar negeri. Jika berkunjung ke Ridaka, bukan hanya berbelanja, Anda juga bisa melihat bengkel kerja mereka di bagian belakang rumah, di mana para pegawai sibuk menenun benang berwarna-warni menjadi helai-helai kain.


Dari tangan-tangan para pengrajin terampil inilah beragam produk Ridaka dihasilkan. Mulai dari alat-alat rumah tangga seperti karpet, keset, penutup bantal, tempat tisu, alas makan, dan handuk, hingga pernak-pernik seperti dompet, topi, tas, baju, bahkan sepatu dan sandal. Bahan-bahan pembuatannya pun menarik. Selain kapas dan benang, produk-produk Ridaka juga dibuat dari tanaman eceng gondok, pelepah pisang, serat nanas, mendong, akar wangi, tanaman lidah mertua, dan masih banyak lagi bahan alami lainnya. Bahkan, akhir-akhir ini Ridaka juga membuat kerajinan tangan dari limbah kertas koran.


Keunikan inilah yang membuat sekitar 60-70% pasar Ridaka berada di luar negeri–karena mereka melihat kiprah Ridaka dalam membuat produk lokal yang ramah lingkungan, menggunakan bahan-bahan alami dan daur ulang. Produk-produk kerajinan tangan Ridaka telah berkelana ke berbagai penjuru dunia seperti Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Jepang. Produk yang paling diminati antara lain kimono, handuk, karpet, sandal, dan produk-produk interior untuk mempercantik rumah.


Oh ya, karena semua produk Ridaka dibuat dengan tangan, maka tak ada satu produk pun yang persis sama dengan yang lain. Ini menjadikan produk mereka unik dan menarik!


Abdul Kadir Muhammad adalah sosok penting di balik geliat industri rumahan ini. Dengan mengusung prinsip berbagi, Abdul Kadir yang penuh inisiatif dan kreativitas memang tak pernah pelit dalam membagikan ilmunya dengan masyarakat sekitar. Kalau saat ini kita mengenal istilah ‘pemberdayaan masyarakat lokal’, hal inilah yang telah dilakukan Abdul Kadir sejak 50 tahun silam.


Kegiatan berbagi ini juga yang kemudian mengantarkan Abdul Kadir menerima penghargaan Upakarti dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 1985. Penghargaan ini diberikan untuk pengabdian dan dedikasinya dalam mengembangkan industri kecil dan kerajinan di Pekalongan. Hasilnya, Ridaka punya pengrajin-pengrajin ulet, tekun, dan tentu saja berdedikasi tinggi.


Sebenarnya Ridaka itu apa artinya? Ternyata, Ridaka adalah pembacaan terbalik nama Abdul Kadir–yang biasa disingkat A. Kadir. Keunikan cara berpikir Abudl Kadir memang terasa pas dengan nama tersebut.
Saat ini, Ridaka merupakan sedikit dari industri berkembang yang masih mempertahankan sentuhan tangan manusia pada produk-produknya. Ketidaksempurnaan produk buatan tangan adalah yang menjadikan produk tersebut sempurna! Meski waktu pengerjaannya juga lebih lama, namun produk buatan tangan selalu punya arti lebih bagi pemakainya.


Jika Anda tertarik berbelanja produk-produk buatan tangan dari bahan alami dengan harga yang bersahabat, coba singgah ke Jalan Haji Agus Salim Pekalongan. Rumah tua Ridaka yang hangat akan menyambut Anda seperti kerabat baik.


Jangan lupa menjenguk bengkel kerja yang terletak di belakang ruang pajang, ya. Di sana bisa Anda dapati tangan-tangan terampil yang sudah berpengalaman selama puluhan tahun menghadirkan cinta di tengah produk-produk Ridaka!

Ridaka adalah pembacaan terbalik nama Abdul Kadir–yang biasa disingkat A. Kadir. Keunikan cara berpikir Abudl Kadir memang terasa pas dengan nama tersebut.


Saat ini, Ridaka merupakan sedikit dari industri berkembang yang masih mempertahankan sentuhan tangan manusia pada produk-produknya. Ketidaksempurnaan produk buatan tangan adalah yang menjadikan produk tersebut sempurna! Meski waktu pengerjaannya juga lebih lama, namun produk buatan tangan selalu punya arti lebih bagi pemakainya.
Jika Anda tertarik berbelanja produk-produk buatan tangan dari bahan alami dengan harga yang bersahabat, coba singgah ke Jalan Haji Agus Salim Pekalongan. Rumah tua Ridaka yang hangat akan menyambut Anda seperti kerabat baik.


Jangan lupa menjenguk bengkel kerja yang terletak di belakang ruang pajang, ya. Di sana bisa Anda dapati tangan-tangan terampil yang sudah berpengalaman selama puluhan tahun menghadirkan cinta di tengah produk-produk Ridaka!