Percampuran budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa membuat Pekalongan jadi kota pesisir yang kaya warna. Bukan cuma dalam perihal budaya dan corak batik pesisirnya, tetapi juga dalam tradisi kulinernya yang kaya rasa. Kuliner Pekalongan tak hanya soto tauto dan sego megono saja, meskipun keduanya termasuk yang paling populer. Tiga santapan berikut ini layak dicoba oleh para…
Berada di pesisir Pantai Utara Jawa memang membuat Pekalongan cenderung berhawa panas. Apalagi jika matahari sedang terik-teriknya dan musim sedang kemarau. Rasanya, tak ada yang paling pas selain mencari tempat berteduh dan menikmati hidangan es yang manis, dingin, dan segar, ala Pekalongan. Apa saja? Es Gosrok Pink “Es gosrok pink, es-nya digosrok pakai tangan!” Begitu…
“Ngopi, yuk.” Kalimat sederhana ini kini bukan saja merujuk hanya pada pengalaman minum segelas kopi, tapi juga digunakan untuk bertemu teman-teman, sekadar ngobrol santai sambil mengudap, bekerja dari luar kantor, atau bahkan hanya duduk-duduk sambil menikmati suasana. Untuk para pecinta kopi (dan kedai kopi), berikut beberapa tempat ngopi di Pekalongan yang mungkin bisa menjadi referensi…
Beberapa makanan menjadi terkenal karena rasanya yang tak terlupa. Kudapan lain menjadi tenar karena bentuknya. Ada juga jenis makanan yang jadi ternama karena legenda di baliknya. Bukan sembarang legenda: serabi berukuran tidak biasa ini mengingatkan kita tentang kejujuran.   Sebagai nama makanan, Kali Beluk tentu terdengar tidak biasa di telinga. Nama tersebut, sebenarnya berasal dari…
Martabak apa yang paling melegenda di Pekalongan? Orang lokal tanpa ragu pasti menjawab: Martabak Ibrahim.   Sebenarnya, martabak yang dikenal di Indonesia memang sedikit berbeda dengan martabak yang ada di luar negeri. Di Singapura atau Timur Tengah, martabak biasanya mengacu kepada martabak asin; atau martabak telur. Berbeda dengan varian martabak manis di Indonesia, yang lebih…
Nasi pulen hangat yang mengepul-ngepul disendokkan ke dalam daun pisang. Cacahan nangka muda–atau gori ditambahkan di atasnya. Tempe mendoan dan teh hangat sebagai pelengkap. Duh, nikmatnya! Itulah Sego Megono, makanan khas kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura), termasuk Pekalongan. Nasi rakyat ini sering juga disebut dengan Nasi Gori. Legendanya, sego megono atau nasi megono ini muncul…
“Laa ilaaha illallah” terlantun merdu di malam-malam tertentu di Pekalongan. Kota Batik yang juga dikenal dengan kota santri ini memang kental dengan kultur Islaminya. Salah satunya adalah ritual Tahlilan–yang kemudian melahirkan segelas kopi Tahlil. Tahlil secara harafiah berarti berzikir dengan terus mengucapkan kalimat tauhid. Ritual ini biasanya dilakukan untuk mendoakan arwah orang yang sudah meninggal…
“Limun beruapnya diminum dulu… ” demikian ucap tuan rumah dengan bangga saat menjamu tamunya ketika Lebaran. Ya, puluhan tahun lalu, dentingan botol-botol kaca limun ini memiliki pamornya tersendiri. Minuman mewah yang tak mampu terbeli sembarang orang. Minuman priyayi Jawa yang umurnya hampir seabad ini telah mengarungi pasang-surut zaman. Sebagai pelopor minuman dalam botol pertama, Limun…
Asap mengepul-ngepul ketika kuah panas dituangkan ke mangkok. Aroma gurih soto berkuah merah pekat ini akan menyambut Anda saat menjejakkan kaki di warung tauto di Pekalongan. Tauto merupakan salah satu kuliner khas Pekalongan. Dibuat menggunakan bumbu tauco; tauto menghadirkan cita rasa yang unik. Tauco membuat kuah soto jadi lebih kental dan merah dibandingkan soto-soto di…