Canting merupakan alat tradisional yang digunakan para pembatik untuk melekatkan malam (lilin panas) pada kain sebagai perintang warna. Pada batik tulis, canting tulis yang berbentuk seperti pena digunakan untuk menelusuri pola dan menggambar corak batik pada kain. Pada batik cap, canting yang digunakan adalah canting cap–plat logam dengan pegangan kayu yang dirancang dengan beragam corak.…
Selain terkenal sebagai Kota Batik, Pekalongan juga dikenal sebagai Kota Santri. Dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam, beberapa tradisi keagamaan masih dipertahankan di kota ini. Salah satunya adalah perayaan Syawalan. Di Pekalongan, Lebaran, sebagai hari raya terbesar umat Muslim diperingati tak hanya untuk 1-2 hari; namun hingga sepekan setelahnya. Akhir minggu dari perayaan inilah yang…
Ada perayaan meriah lain yang ditunggu-tunggu oleh hampir seluruh warga Pekalongan selepas Tahun Baru Imlek: Cap Go Meh. Ya, Cap Go Meh dirayakan sebagai hari ke-15 sekaligus hari terakhir dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek oleh masyarakat keturunan Tionghoa di Pekalongan. Kemeriahan dan kegembiraan dalam perayaan Cap Go Meh di Pekalongan biasanya menarik antusiasme publik…
Bangunan tua bergaya art deco di Jalan Jetayu 1, Pekalongan, menyimpan 1.149 koleksi batik Nusantara. Tujuannya, memberi pengetahuan dan pengalaman bersentuhan lekat dengan batik–memastikan batik sebagai karya adiluhung yang menjadi identitas Bangsa Indonesia tetap lestari. Setua sejarah batik yang telah mendarah daging di kota ini, setua itu pula bangunan yang dipilih untuk menjadi Museum Batik…
Batik pesisir, demikian sebagian orang menamainya. Ditandai dengan warna-warninya yang ceria dan mencolok, batik pesisir memang berbeda dengan batik Jogja atau Solo yang umumnya didominasi warna gelap, seperti coklat dan hitam. Terletak di pesisir pantai Pulau Jawa, Pekalongan yang pada masa lampau merupakan salah satu kota pelabuhan dan perdagangan yang ramai, memungkinkan interaksi intens antara…