Keriaan Imlek di Pho An Thian, Pekalongan

Nuansa merah menghiasi Jalan Belimbing, Pekalongan, menyambut hari besar Imlek. Daerah yang dikenal sebagai Pecinan-nya Pekalongan ini mulai dihiasi lampion. Meriah. Di sudut Jalan Belimbing, dalam diam, naga pada ujung-ujung atap merah klenteng Pho An Thian larut dalam semaraknya.

 

Klenteng yang telah berdiri sejak tahun 1882 ini didominasi warna merah. Dua arca naga yang memperebutkan mustika mempertegas arti nama klenteng Pho An Thian: Istana Mustika Keselamatan. Lewat nama itu, disematkan harap agar umat yang berdoa beroleh keselamatan yang tak ternilai harganya.

Menjelang Imlek, tempat ibadah Tri Dharma ini menjadi semarak. Pasalnya, beberapa ritual khusus untuk menyambut Imlek digelar. Salah satunya perayaan Cieswak yang terdiri dari bersih-bersih, sembahyang, dan tolak bala. Hal ini sesuai dengan tradisi Tionghoa: keharusan tak tertulis untuk berbenah rumah untuk menyambut tahun baru.

Apa saja rangkaian ritual Cieswak?

Jubah dari para dewa/dewi yang dipuja akan diganti, sudut-sudut ruangan dibersihkan, pajangan dilap hingga mengilat. Setelah rumah para dewa ini bersih, akan dihelatkan upacara sembahyang untuk meminta restu dan keselamatan menghadapi tahun baru.

Sembahyang akan dipimpin oleh Suhu.

Baju atau pakaian kita–yang sebelumnya telah didoakan–akan dicap satu persatu sesuai persetujuan para dewa. Persetujuan ini diwakilkan dengan melemparkan dua koin ke udara. Jika permukaan koin satu dan koin dua yang terjatuh di tanah berbeda, maka artinya iya. Jika kedua muka koin serupa, maka artinya coba lagi.

 

Tiap-tiap baju harus mendapatkan persetujuannya masing-masing.

Pakaian yang telah distempel ini ibarat doa yang harus digunakan selama tiga hari berturut-turut. Tak perlu sepanjang waktu. Misalnya, cukup digunakan setiap akan tidur saja. Setelah proses penstempelan selesai, kertas-kertas sembahyang yang sebelumnya diletakkan di tempat beras akan dibakar.

Jeruk yang juga telah didoakan akan dibawa pulang untuk dimakan bersama dengan keluarga. Jeruk mandarin menjadi perlambang dan harapan, agar tahun depan terasa semanis jeruk.

Tahun ini, ritual Cieswak diadakan pada tanggal 4 Februari. Bagi siapa saja yang tertarik, ritual ini terbuka untuk umum. Tak perlu bersulit-sulit karena semua bahan telah disediakan di Po An Thian. Berikan saja donasi untuk bahan-bahan ini, dan nikmati kemeriahan Pekalongan jelang perayaan Imlek!

Di klenteng Pho An Thian juga diadakan doa bersama pada malam pergantian tahun. Tujuannya tentu saja untuk mengucapkan terima kasih atas tahun yang telah terlewati dan mohon berkat untuk tahun baru yang akan menjelang.

Terakhir, menikmati tahun baru tentu saja dirasa tak lengkap tanpa hidangan khasnya. Tahun baru Tionghoa selalu identik dengan kue keranjang; kue bundar yang mirip dodol karena kekenyalan teksturnya. Kue yang lengket ini punya makna tersendiri: agar keluarga tetap lekat dan lengket. Pada tiap rasa manisnya, diselipkan doa agar tahun depan hidup bisa semanis kue keranjang. Semoga rezeki bundar, lancar dan berputar!

 

 

Kelenteng Pho An Thian

AlamatJl. Blimbing, Sampangan, Pekalongan Tim., Kota Pekalongan, Jawa Tengah 51126

Telepon(0285) 429249