Mangrove Park: Sabuk Hijau Pantai Pekalongan

Matahari nyaris terbenam di atas Pantai Utara Pekalongan. Barisan mangrove di kanan dan kiri jalan setapak kawasan Wisata Taman Mangrove Pekalongan berjajar rapi, menjaga garis pantai dari abrasi.


Wisata Taman Mangrove Pekalongan merupakan kawasan seluas 90 hektar yang mengambil lahan bekas tambak udang milik Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan setempat. Sejak 2013, lahan ini dialihfungsikan menjadi kawasan agrowisata dan Pusat Restorasi dan Pengembangan Mangrove (PPRM). Dari total 90 hektar itu, sebenarnya baru 5 hektar kawasan yang sudah rampung dibangun. Meski demikian, Taman Mangrove sudah bisa dikunjungi dan dinikmati sebagai salah satu kawasan wisata alam di kota Pekalongan.


Pada kawasan Taman Wisata Mangrove Pekalongan ini juga terdapat Pusat Informasi Mangrove (PIM)–sebuah gedung berbata merah yang juga berfungsi sebagai perpustakaan. Macam-macam informasi seputar mangrove (bakau) dan berbagai koleksi mangrove juga bisa dilihat di sini. Persis di samping gedung ini, terdapat kolam sentuh yang ditanami berbagai jenis mangrove seperti Avicennia marina (atau sia-sia putih) dan Rhizophora stylosa (slindur).

Mangrove ternyata butuh perawatan telaten. ‘Bayi’ mangrove akan ditempatkan pada keranjang anyaman dari bambu yang disebut bronjong. Fungsinya untuk melindungi bibit mangrove dari pasang-surut. Ketika menyusuri Taman Mangrove dengan berjalan kaki melewati jembatan, kita bisa melihat ‘bayi-bayi’ mangrove di dalam bronjong–yang ketika besar dan kuat nanti akan menjaga pantai Utara Pekalongan dari abrasi.


Jika lelah berjalan kaki, tersedia pula perahu karet bermotor yang akan menjadi kendaraan wisata kita berkeliling Taman Mangrove. Hanya dengan Rp 10,000,- per orang, kita bisa mengitari kawasan mangrove dari dekat–di atas air. Hanya dengan perahu karet ini pula kita bisa melihat rerimbunan mangrove yang pada titik-titik tertentu membentuk lorong alami. Saking indahnya, salah satu lorong mangrove ini dinamai Lorong Cinta oleh masyarakat lokal.


Oh ya, kalau ingin memotret atau mengagumi sabuk mangrove dari ketinggian, ada menara pandang tak jauh dari gedung Pusat Informasi Mangrove–yang hanya bisa dinaiki oleh 3 orang saja pada satu waktu.
Taman Wisata Mangrove Pekalongan memang paling pas menjadi tempat berpiknik sore hari. Di tepi jalan setapak, penduduk lokal membuka kios-kios kecil yang bisa menyuguhkan secangkir kopi panas, kacang goreng, atau mie rebus. Cocok sekali dinikmati sambil memandangi matahari terbenam di atas gerumbulan bakau.