Mengunjungi ‘Ruang Temu’ Canting Cap di Pekalongan

Canting merupakan alat tradisional yang digunakan para pembatik untuk melekatkan malam (lilin panas) pada kain sebagai perintang warna. Pada batik tulis, canting tulis yang berbentuk seperti pena digunakan untuk menelusuri pola dan menggambar corak batik pada kain. Pada batik cap, canting yang digunakan adalah canting cap–plat logam dengan pegangan kayu yang dirancang dengan beragam corak. Disebut canting cap, karena penggunaannya mirip dengan cara kita menggunakan cap atau stempel. Bedanya, cap batik dicelupkan ke dalam malam; bukan tinta.

Di Pekalongan, terdapat sebuah toko canting cap yang bersetia menemani pembatik selama 40 tahun lebih: Yan Canting.

“Canting cap itu harus nyambung. Harus, dan wajib. Itu aturan baku,” ujar Yogi, anak lelaki Pak Yan–generasi kedua penerus toko kecil di Jalan Mangga no. 8 ini.

Corak pada cap batik memang harus bisa terlihat sambung-menyambung dan tak terputus ketika dicapkan ke atas kain.

Yan Canting menyediakan canting cap dengan berbagai corak batik yang terpatri rapi pada lempengan logam berkualitas baik. Pelanggan bisa memilih langsung beberapa corak canting cap yang sudah jadi, atau menggambar corak sendiri untuk kemudian dibuatkan canting capnya.

Kerapian pembuatan canting cap di Yan Canting sepertinya sudah dikenal luas. Pelanggannya bahkan datang dari kota-kota lain di seluruh Indonesia.

“Warisan paling berharga dari Papa, ya, pelanggannya,” ujar Yogi. Selain menjual canting cap, Yan Canting juga menerima canting cap yang hendak dijual. Seperti ruang temu, toko yang terletak di tepi pasar ini menjadi ruang bertemunya pembeli dan penjual canting cap. Yan Canting bahkan memiliki berbagai set canting cap bersejarah yang tak lagi digunakan oleh pembatik saat ini. “Motif tua,” Yogi menjelaskan. Satu set ‘motif tua’ biasanya terdiri dari 4, 6, bahkan 12 canting cap.

Yogi kini membuat Yan Canting jadi lebih mudah diakses penggemar canting cap. Ia membuatkan akun Instagram dan Tokopedia untuk Yan Canting supaya pelanggan bisa lebih mudah memasukkan pesanan. Pemesanan satu canting cap sederhana biasanya akan memakan waktu sekitar 10-14 hari.

Harapan terbesar Yogi adalah melakukan renovasi pada toko kecil keluarganya ini. “Memilih cap itu kan harus tenang,” ujarnya. Karena itu, ia ingin menjadikan tokonya lebih nyaman bagi para pelanggan untuk berlama-lama memilih canting yang sesuai dengan identitas diri mereka masing-masing. Canting cap yang dipilih akan menjadi perpanjangan tangan pembatiknya dan menjadi identitas batik mereka dalam beberapa tahun ke depan.

Menelusuri rak-rak canting cap di Yan Canting terasa seperti membaca buku. Ya, tiap canting cap memang menyimpan ceritanya masing-masing. Bisakah kita membaca cerita yang tersembunyi di baliknya?