Menyingkap Batik Nusantara di Museum Batik di Pekalongan

Bangunan tua bergaya art deco di Jalan Jetayu 1, Pekalongan, menyimpan 1.149 koleksi batik Nusantara. Tujuannya, memberi pengetahuan dan pengalaman bersentuhan lekat dengan batik–memastikan batik sebagai karya adiluhung yang menjadi identitas Bangsa Indonesia tetap lestari.

Setua sejarah batik yang telah mendarah daging di kota ini, setua itu pula bangunan yang dipilih untuk menjadi Museum Batik Pekalongan. Pada bangunan seluas 2500 m2 ini dipamerkan batik-batik tradisional (1900-1980an) dan batik modern (1990an – sekarang). Koleksi batiknya pun tak hanya berasal dari Jawa, namun juga berasal dari berbagai daerah seperti Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.

Museum ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006. Dengan 3 ruangan pamer, perpustakaan, ruang pertemuan, ruang audio visual,  serta ruangan lokakarya, museum ini memang diharapkan bisa menjadi pusat data dan informasi mengenai batik.

Ruang pertama diisi aneka batik khas daerah pesisir Jawa seperti Cirebon, Pekalongan, Batang, Rembang, dan Lasem. Pola batik seperti mega mendung, burung hong, dan gaya buketan dapat ditemui di sini. Canting–alat yang digunakan untuk mengolesi malam ataupun warna pada kai–juga ikut dipamerkan, lengkap dengan kesembilan ukurannya dari kecil ke besar. Berdampingan dengan canting, jenis-jenis bahan pewarna batik alami juga unjuk diri.

Batik Nusantara menempati ruang pamer kedua. Batik Bengkulu dengan motif Besurek atau motif Dhlorong Kembang yang berasal Riau akan membuat kita tercengang dengan keindahannya. Ada juga batik Lampung, Madura, Kalimantan Timur hingga batik Papua. Sungguh menarik untuk membuka mata tentang betapa kayanya budaya Indonesia–bahkan jika hanya dilihat dari persebaran batiknya saja.

Koleksi batik Pekalongan dipamerkan pada ruangan ketiga. Dari koleksi ini dapat terbaca sejarah perkembangan motif batik tradisional yang biasanya berpusat pada tanaman, dan batik modern yang lebih bebas dan tak memiliki pakem. Berbagai jenis kain mori yang sempat jadi salah satu komoditas kebanggan Kampung Arab Pekalongan juga bisa ditemukan di sini.

Bagi yang tertarik mengenal batik lebih jauh, sebuah film mengenainya dapat disaksikan di ruang audio visual. Selain itu, ada juga buku-buku berharga yang hanya bisa dibaca di perpustakaan museum. Ingin langsung bereksperimen? Ruangan lokakarya bisa disambangi untuk mencoba membuat batik sendiri.

Kita dapat mencoba membatik dengan cap ataupun dengan canting. Tak butuh bayaran tambahan untuk bereksperimen di sini. Hanya butuh niat dan keinginan. Pasalnya, membatik adalah perihal ketekunan dan kesabaran. Setiap motif dan warna yang ditoreh, menuntut konsentrasi penuh dalam prosesnya.

Setiap harinya, dari pukul 08.00 – 15.00, museum ini siap membuat pengunjungnya jatuh hati akan batik, serta filosofi dan sejarah panjangnya. Tiket masuknya hanya Rp5,000–tapi museum akan tutup pada hari Minggu dan hari-hari besar lainnya.

Yuk, berkenalan lebih dekat dengan berbagai jenis batik Nusantara di Museum Batik Pekalongan! Dan jangan lupa, bawakan batik buatanmu sendiri sebagai oleh-olehnya!

 

 

Museum Batik Pekalongan

AlamatJl. Jatayu No.3, Panjang Wetan, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah 51141

Telepon(0285) 431698