Meriahnya Pawai Cap Go Meh di Pekalongan

Ada perayaan meriah lain yang ditunggu-tunggu oleh hampir seluruh warga Pekalongan selepas Tahun Baru Imlek: Cap Go Meh. Ya, Cap Go Meh dirayakan sebagai hari ke-15 sekaligus hari terakhir dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek oleh masyarakat keturunan Tionghoa di Pekalongan.

Kemeriahan dan kegembiraan dalam perayaan Cap Go Meh di Pekalongan biasanya menarik antusiasme publik maupun wisatawan untuk turut-serta dalam keriuhannya. Berbeda dengan ritual Cieswak sewaktu Imlek yang terkonsentrasi di dalam klenteng, perayaan Cap Go Meh meluber ke jalan-jalan sepanjang Pekalongan dalam rangkaian kirab budaya yang riuh dan penuh warna.

Pada hari Cap Go Meh, iring-iringan pawai akan terpusat di depan Kelenteng Po An Thian. Barongsai dan naga yang akan meramaikan acara diberkati satu persatu sembari melakukan atraksi singkat di depan kelenteng. Setelah semua mendapat berkat, pawai pun baru dimulai.

Susunan dari iring-iringan pawai ini terdiri dari naga, barongsai, pembawa pusaka, dan Musik Rampak “MCBN” Tirto Meduri, diikuti oleh tandu dari Dewa-dewi. Dewa-dewi yang diarak dalam perayaan ini bervariasi setiap tahunnya.

Untuk tahun 2019, arak-arakan ini terdiri dari Y.M. Sin Long Tay Tee (Dewa Pengobatan & Pertanian), Y.M. Tek Hay Cin Jin (Dewa Perdagangan), Y.M. Kwan Seng Tee Koen (Dewa Kejujuran & Kesetiaan), Y.M. Lie Lo Cia (Dewa Pelindung Anak-Anak), Y.M. Hok Siang Tee (Kaisar Langit Utara & Pembasmi Ilmu Hitam), Y.M. Thian Siang Seng Boo (Dewi Pelindung Kaum Nelayan), dan Y.M. Kwan Se Im Po Sat (Dewi Kwan Im/Dewi Welas Asih).

Rombongan pawai ini akan bergerak dari Klenteng Po An Thian di Jalan Belimbing sebelum bergerak menuju Jalan Bandung, Jalan Diponegoro, Jalan Pemuda, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Hasanuddin, Jalan Sultan Agung, dan Jalan Salak, sebelum kembali lagi ke klenteng.

Perayaan Cap Go Meh bersama pawainya ini akah memerahkan sudut-sudut Pecinan kota Pekalongan. Kebahagiaan dibagikan dengan merata. Mereka yang merayakan Imlek bersukacita dan memberi penghormatan begitu dewa-dewi melewatinya. Masyarakat Pekalongan secara umum antusias dan bahagia dengan hiburan yang disajikan. Semua sama-sama gembira dalam merayakan keragaman.

Pada akhir pawai Cap Go Meh yang bergerak sejauh 3 kilometer ini, makan bersama akan digelar di Klenteng Po An Thian. Karena bukankah, salah satu ciri perayaan adalah kebahagiaan yang dibagi: lewat makan-makan?