Cahaya pagi menyelinap di antara rimbun pepohonan Hutan Soko Kembang. Pekik primata kecil serupa monyet yang disebut Owa Jawa memenuhi hutan di pagi hari. Dari dahan satu ke dahan lain, mereka berloncatan dengan riang gembira. Di bawah sana, rindang tanaman kopi tumbuh alami. Inilah kebun kopi Petungkriyono. Kawasan Hutan Soko Kembang di Kecamatan Petungkriyono yang…
Beberapa makanan menjadi terkenal karena rasanya yang tak terlupa. Kudapan lain menjadi tenar karena bentuknya. Ada juga jenis makanan yang jadi ternama karena legenda di baliknya. Bukan sembarang legenda: serabi berukuran tidak biasa ini mengingatkan kita tentang kejujuran.   Sebagai nama makanan, Kali Beluk tentu terdengar tidak biasa di telinga. Nama tersebut, sebenarnya berasal dari…
Fotografi selalu diidentikkan dengan hobi yang membutuhkan banyak uang. Harga kamera yang selangit masih harus ditambah lagi dengan harga lensa yang juga tak sedikit. Pamor ini serta-merta membuat fotografi terkesan elit dan hanya untuk orang-orang berpunya. Tapi sebenarnya, tak butuh modal besar untuk mengabadikan momen. Hanya butuh sebuah kamera lubang jarum dan niat belajar untuk…
Martabak apa yang paling melegenda di Pekalongan? Orang lokal tanpa ragu pasti menjawab: Martabak Ibrahim.   Sebenarnya, martabak yang dikenal di Indonesia memang sedikit berbeda dengan martabak yang ada di luar negeri. Di Singapura atau Timur Tengah, martabak biasanya mengacu kepada martabak asin; atau martabak telur. Berbeda dengan varian martabak manis di Indonesia, yang lebih…
Nasi pulen hangat yang mengepul-ngepul disendokkan ke dalam daun pisang. Cacahan nangka muda–atau gori ditambahkan di atasnya. Tempe mendoan dan teh hangat sebagai pelengkap. Duh, nikmatnya! Itulah Sego Megono, makanan khas kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura), termasuk Pekalongan. Nasi rakyat ini sering juga disebut dengan Nasi Gori. Legendanya, sego megono atau nasi megono ini muncul…
Bangunan tua bergaya art deco di Jalan Jetayu 1, Pekalongan, menyimpan 1.149 koleksi batik Nusantara. Tujuannya, memberi pengetahuan dan pengalaman bersentuhan lekat dengan batik–memastikan batik sebagai karya adiluhung yang menjadi identitas Bangsa Indonesia tetap lestari. Setua sejarah batik yang telah mendarah daging di kota ini, setua itu pula bangunan yang dipilih untuk menjadi Museum Batik…
“Laa ilaaha illallah” terlantun merdu di malam-malam tertentu di Pekalongan. Kota Batik yang juga dikenal dengan kota santri ini memang kental dengan kultur Islaminya. Salah satunya adalah ritual Tahlilan–yang kemudian melahirkan segelas kopi Tahlil. Tahlil secara harafiah berarti berzikir dengan terus mengucapkan kalimat tauhid. Ritual ini biasanya dilakukan untuk mendoakan arwah orang yang sudah meninggal…
Bersama ombak, pantulan senja pada permukaan laut semakin melebar dan meninggi. Seperti tak ingin kalah, angin laut berhembus membelai wajah. Selamat pagi dari wisata bahari Pekalongan! Terletak 4 kilometer dari pusat kota Pekalongan, Wisata Bahari Pekalongan menjadi tempat yang tepat untuk bersantai sejenak. Sejak diresmikan pada tanggal 16 Juli 2006, kawasan ini memang menjadi salah…
“Limun beruapnya diminum dulu… ” demikian ucap tuan rumah dengan bangga saat menjamu tamunya ketika Lebaran. Ya, puluhan tahun lalu, dentingan botol-botol kaca limun ini memiliki pamornya tersendiri. Minuman mewah yang tak mampu terbeli sembarang orang. Minuman priyayi Jawa yang umurnya hampir seabad ini telah mengarungi pasang-surut zaman. Sebagai pelopor minuman dalam botol pertama, Limun…