Sudah Pernah Mencoba 7 Hidangan Es Khas Pekalongan Ini?

Berada di pesisir Pantai Utara Jawa memang membuat Pekalongan cenderung berhawa panas. Apalagi jika matahari sedang terik-teriknya dan musim sedang kemarau. Rasanya, tak ada yang paling pas selain mencari tempat berteduh dan menikmati hidangan es yang manis, dingin, dan segar, ala Pekalongan. Apa saja?

  1. Es Gosrok Pink

“Es gosrok pink, es-nya digosrok pakai tangan!”

Begitu penjelasan seorang teman asal Pekalongan ketika ditanyai perihal warung es favoritnya. Gosrok dalam bahasa Jawa berarti serut. Es serut pink ini terdiri dari santan, es serut, dan sirup berwarna pink, disajikan dengan setangkup roti tawar di atasnya. Rotinya bisa dicelup-celup ke dalam es atau dimakan terpisah. Bebas. Anda bisa menikmati es gosrok pink ini di Jalan Raya Banyuurip, tepatnya di selatan Pasar Banyuurip.

2. Es Dawet Ketan Podo

Es Dawet Ketan Podo ini dikenal juga dengan sebutan Es Dawet Mbah Ndari. Meski berlokasi agak jauh di Kedungwuni, es dawet legendaris ini tak pernah sepi pelanggan. Campuran dawet dan ketan memberikan perpaduan rasa yang pas ketika disandingkan dengan santan gurih dan tentu saja siraman gula aren. Es dawet ini kini sudah dijalankan oleh generasi ketiga. Buat Anda yang penasaran dengan rasanya, bisa langsung menuju Jalan Urip Sumoharjo no 19, Podo, Kedungwuni. Restoran ini juga menyediakan aneka camilan seperti gorengan untuk teman pas mengudap es dawet anda.

3. Es Santan Pak Saleh

Puas berkeliling Museum Batik di udara yang gerah, cobalah mampir ke arah jalan Jetayu. Warung Es Santan Pak Saleh bisa menjadi perhentian melepas dahaga yang menyenangkan. Es santan ini sangat sederhana, hanya terdiri dari potongan cincau hitam, roti tawar, dan agar-agar yang berenang-renang dalam kuah santan yang diberi sedikit susu. Tapi, nikmatnya jangan ditanya!

4. Gubuk Es Merak

Kalau Anda penggemar durian, kedai es yang satu ini mesti disambangi! Yang membuat es durian Merak berbeda dari es durian lain terletak pada cara penyajian duriannya. Jika es durian pada umumnya menyertakan biji durian di dalam esnya, Es Durian Merak menyajikan durian tanpa biji yang dipadu dengan kopyor [a][b], sirup frambozen, dan tentu saja es batu. Sedap! Gubuk Es Merak ini juga menyediakan beragam es lainnya, tapi tentu saja yang paling dicari adalah es durian kopyor-nya!

5.Es Cendol Bandung

“Cendol saya berbeda, karena dimasak menggunakan pati gelang!” begitu celoteh penjual es cendol ini. Cendol sajiannya dibubuhi potongan nangka dan disiram dengan santan daun pandan, lalu disiram dengan gula aren pekat. Segera terbayang rasa manis gula dan gurih santan yang berpadu di dalam gelas. Ya, tak perlu jauh-jauh ke Bandung untuk merasakan es cendol Kota Kembang yang cukup legendaris itu. Datang saja ke Lapangan Jetayu jika Anda kangen es cendol ini saat berada di Pekalongan!

6. Es Coklat Pak Jan

Es Coklat Pak Jan ini sudah berdiri sejak tahun 1962, maka menyoal rasa tentu sudah tak perlu diragukan. Eits, tapi jangan bayangkan menyeruput susu coklat manis dengan es serut, ya! Es Coklat Pak Jan merupakan campuran dari santan dan susu coklat. Rasanya unik. Gurih dari santan, dan manis dari susu coklatnya. Biasanya, disediakan juga roti tawar yang bisa dibeli terpisah untuk dicocol bersama es coklat yang bisa dicicipi di Jalan Manggis. Oh iya, kedainya kecil sekali, jadi jangan terlewat, ya!

7. Es Kuwut Bali

Es kuwut terdiri dari campuran kelapa muda dan potongan buah melon. Segar? Nah, itu belum semuanya. Sekarang, bayangkan sedikit perasan jeruk nipis di dalam campuran es tadi. Beberapa penjual juga terkadang menambahkan selasih untuk memberi tekstur kenyal sekaligus renyah. Es kuwut yang dalam bahasa Bali berarti es kelapa ini, bisa didapatkan di sekitar Terminal Pekalongan. Jadi, kalau Anda kepanasan menunggu bus untuk berpelesir dari Pekalongan, mampir menyeruput es kuwut bisa jadi pilihan!

Kali lain Anda berkunjung ke Pekalongan dan matahari sedang panas-panasnya, coba kunjungi beberapa kedai es di Pekalongan ini, ya. Lalu beri tahu kami, es yang mana yang paling membuat Anda kangen untuk menyantapnya lagi!

<< Kuliner