“Pindang tetel itu terbuat dari ikan pindang ya?” Bukan. Meski namanya Pindang Tetel, makanan khas desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan ini terbuat dari olahan daging sapi. Dari penampakannya, makanan ini sekilas terlihat seperti rawon. Namun cita rasa Pindang Tetel sangat berbeda dari rawon yang berkuah lebih kental. “Kriuk Kriuk” bunyi kerupuk yang dipatahkan akan…
Rasa manis dengan segera tergantikan pedas yang menggigit pada suapan pertama. Ya, rasa pedas Botok Setan yang samar pada suapan awal ini tak jarang memberi efek kejut, sekaligus membuat ketagihan. Manis berujung pedas. Di sinilah letak kenikmatan Botok Setan legendaris di Pekalongan ini. Bunyi gemeretak kayu yang terbakar api menemani Adji mengaduk adonan botoknya. Di…
Hutan Kota Rajawali, yang biasa disingkat HKR, adalah ruang terbuka hijau di tengah kota Batang. Hutan seluas 2 hektar yang ditumbuhi pepohonan jati ini, kini juga menjadi arena bagi Pasar Minggon Jatinan–pasar tradisional yang menawarkan pengalaman kembali ke masa lalu sambil mencicipi aneka kuliner tradisional khas Batang dan Pekalongan. Pasar Minggon Jatinan merupakan pasar mingguan…
Percampuran budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa membuat Pekalongan jadi kota pesisir yang kaya warna. Bukan cuma dalam perihal budaya dan corak batik pesisirnya, tetapi juga dalam tradisi kulinernya yang kaya rasa. Kuliner Pekalongan tak hanya soto tauto dan sego megono saja, meskipun keduanya termasuk yang paling populer. Tiga santapan berikut ini layak dicoba oleh para…
Berada di pesisir Pantai Utara Jawa memang membuat Pekalongan cenderung berhawa panas. Apalagi jika matahari sedang terik-teriknya dan musim sedang kemarau. Rasanya, tak ada yang paling pas selain mencari tempat berteduh dan menikmati hidangan es yang manis, dingin, dan segar, ala Pekalongan. Apa saja? Es Gosrok Pink “Es gosrok pink, es-nya digosrok pakai tangan!” Begitu…
“Ngopi, yuk.” Kalimat sederhana ini kini bukan saja merujuk hanya pada pengalaman minum segelas kopi, tapi juga digunakan untuk bertemu teman-teman, sekadar ngobrol santai sambil mengudap, bekerja dari luar kantor, atau bahkan hanya duduk-duduk sambil menikmati suasana. Untuk para pecinta kopi (dan kedai kopi), berikut beberapa tempat ngopi di Pekalongan yang mungkin bisa menjadi referensi…
Beberapa makanan menjadi terkenal karena rasanya yang tak terlupa. Kudapan lain menjadi tenar karena bentuknya. Ada juga jenis makanan yang jadi ternama karena legenda di baliknya. Bukan sembarang legenda: serabi berukuran tidak biasa ini mengingatkan kita tentang kejujuran.   Sebagai nama makanan, Kali Beluk tentu terdengar tidak biasa di telinga. Nama tersebut, sebenarnya berasal dari…
Martabak apa yang paling melegenda di Pekalongan? Orang lokal tanpa ragu pasti menjawab: Martabak Ibrahim.   Sebenarnya, martabak yang dikenal di Indonesia memang sedikit berbeda dengan martabak yang ada di luar negeri. Di Singapura atau Timur Tengah, martabak biasanya mengacu kepada martabak asin; atau martabak telur. Berbeda dengan varian martabak manis di Indonesia, yang lebih…
Nasi pulen hangat yang mengepul-ngepul disendokkan ke dalam daun pisang. Cacahan nangka muda–atau gori ditambahkan di atasnya. Tempe mendoan dan teh hangat sebagai pelengkap. Duh, nikmatnya! Itulah Sego Megono, makanan khas kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura), termasuk Pekalongan. Nasi rakyat ini sering juga disebut dengan Nasi Gori. Legendanya, sego megono atau nasi megono ini muncul…